Tampilkan postingan dengan label Cerbung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerbung. Tampilkan semua postingan

Ku Hanya Ingin yang Terbaik Part 6


Semakin di lanjutkan nie cerita semakin tak lupa pula aku mengingatkan untuk membaca cerita part sebelumnya…
Acara pesta kecil di rumah Arga pun usai. Teman-teman Arga dan Rara beserta teman-temannya pun memutuskan untuk pulang.

“Ga kita semua pulang dulu yach…” Ucap Afandi mewakili teman-temanya.

“Ok sipp…besok jangan telat ya latihannya…” Ucap Arga.

“Sipp boss…” Sahut Bara.

“Hahaha…oh iya Ra…Kamu aku yang anter yach…sekalian aku mau ketemu ortu kamu…sudah lama nggak main-main kesana…” Ucap Arga.

“Heehh…ok dech…” Sahut Rara.

“Cieeehhhh…main-main atau cari info…iya nggak Sya

Ku Hanya Ingin yang Terbaik Part 5


Yuuukkkk….yuuuukkkk….di lanjut lagi…
Gimana Ku Hanya Ingin yang Terbaik Part 4 nya sudah di baca kan…
Kalau sudah kita langsung ke-TKP…

Belum sepatah katapun keluar dari mulut Arga hanya rasa syok dan marah yang tampak di wajah Arga. Tiba-tiba…

“aku tahu kamu pasti berfikir kalau aku hanya berbohong agar aku bisa dimaafkan olehmu…Tapi asal kamu tahu dulu aku sungguh-sungguh mencintaimu…walaupun aku sudah memiliki Indra tapi yang ada di hatiku hanya dirimu…Cuma kamu Ga…” Ucap Rara  berlinang air mata.

“Kalau kamu memang mencintaiku kenapa kamu tak pernah mengatakannya padaku???

Ku Hanya Ingin yang Terbaik Part 4


Siapa tahu ada yang belum baca atau sudah lupa sama cerita awalnya...

HP Rara terus berdering dia mengira itu adalah telpon dari Arga. Rara terus melihat layar HP nya tanpa menekan tombol hijau untuk menerima telpon itu. Dia mencoba untuk tenang dengan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Lalu…

Ku Hanya Ingin yang Terbaik Part 3


Awalnya melihat semua ini teman-teman Rara hanya dapat diam dan bingung karena menurut mereka ini adalah urusan mereka berdua namun setelah melihat perlakuan kasar Arga ke Rara membuat teman-teman Rara mesti ikut bertindak. Mereka memutuskan memisahkan Rara dan Arga terlebih dahulu. Setelah Rara dibawa ke ruang tamu yang terletak di lantai bawah barulah teman Arga yang tersisa yaitu Marvin dan Afandi berusaha menenangkan Arga (emangnya gorilla ngamuk pakai acara ditenangin…hehhehe). Setelah keadaan tenang barulah Marvin dan Afandi berani menanyakan segalanya.

“Ga…aku bukannya mau ikut campur dengan semua yang telah terjadi antara kamu dan Rara…tapi melihat hal tadi…kita mesti tau kenapa kamu berbuat seperti itu ke Rara…” Ucap Afandi memecahkan kesunyian.

“Aku benci banget sama dia Fan…Dia sudah ngancurin

cerbung " untuk mu sahabat"

Matahari mulai terbit dari timur,awan yang cerah kebiru-biruan,menghias langit dan hari ini juga kami kembali bersekolah di sma 1 harapan.aku,kiki,dan okta adalah sahabatan dari smp,kami sudah beranjak remaja.hari-hari slalu bersama tanpa ada yang terlewatkan !


bdw hari ini adalah hari pertama kita masuk sekolah,hmmm brarti dapat teman baru,kelas baru,dan guru baru.asik" kata ku pada okta.ia semoga saja hari ini awl yang baik untuk kita menempuh cita-cita.kami pun masuk kelas ,okta dan kiki 1 bangku sedangkan aku dengan vivin.vivin adalah teman okta sejak sd namun mereka tidak terlalu dekat.
kedua sahabatku punya pacar,hanya aku saja yang jomlo...hikhiks dibilang sedih gak juga tuh cuma malah kedua sahabat ku yang protes katanya aku gak gaul.agh... aku sih gak pernah ambil pusing.kiki dengan rahmat,dina dengan koko setiap jam istirahat kedua pasti mojok.uh.....kadang ngeselin sh.
hayo" ngapain nih " tiba tiba

Ku Hanya Ingin yang Terbaik Part 2

Lanjuuuttttttttt

Sasya berucap “hmmm…gimana yach…aku mau ke….”

“ayolah Sasya…Rara…please” Potong Cindy dan terus coba memohon pada mereka berdua.

“Yaudah lah Sya mau aja…kasihan tuh Cindy…mukanya udah kayak ayam nolak dipotong” Ucap Rara 
sambil menggoda Cindy. Mendengar hal itu Cindy memanyunkan bibirnya tapi senang karena Rara mau menemaninya.

“Oke…tapi jangan lama ya…” Akhirnya Sasya menyetujuinya. “Ngomong-ngomong pacar kamu dimana???” Tanya Sasya.

Ku Hanya Ingin yang Terbaik Part 1

“Rara…” panggil seseoarang. Rara pun menoleh ke asal suara, senyum terukir di wajah Rara setelah melihat wajah sahabat-sahabatnya yang dia tunggu sedari tadi. Ternyata tak hanya Rara yang menoleh pada mereka, semua orang pun menoleh karena suara mereka memanggil Rara yang terlalu nyaring. Tentu saja karena mereka sekarang berada di mall.

“Ssstttt…diliatin orang tuh…” Kata Rara sambil menaruh jari dibibirnya. “Kalian lama banget sich” Ucap Rara lagi pada mereka berdua dengan memasang wajah cemberut.

“Sabar Rara sayang, ini nih Cindy pake acara lupa mau ketemuan” Ucap Sasya sambil merangkul Rara.
“Enak aja lupa,