LAPORAN BOTANI TINGKAT RENDAH
Paku sarang burung (Asplenium nidus)
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2011
PAKU SARANG BURUNG
(Asplenium nidus)
A. Tujuan
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui struktur tubuh paku sarang burung (Asplenium nidus)
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui habitat paku sarang burung (Asplenium nidus)
3. Agar mahasiswa dapat mengetahui perkembangbiakkan paku sarang burung (Asplenium nidus)
4. Agar mahasiswa dapat mengetahui manfaat paku sarang burung (Asplenium nidus)
5. Agar mahasiswa dapat mengetahui klasifikasi paku sarang burung (Asplenium nidus)
B. Dasar teori
Tumbuhan paku (atau paku-pakuan) adalah sekelompok tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus), jadi telah jelas adanya akar, batang dan daun. Ada yang hidup sebagai saprofit dan ada pula sebagi epifit. Tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya, sama seperti lumut dan fungi. Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Total spesies yang diketahui hampir 10.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia), sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. Tumbuhan ini cenderung menyukai kondisi air yang melimpah karena salah satu tahap hidupnya tergantung dari keberadaan air, yaitu sebagai tempat media bergerak sel sperma menuju sel telur.
Bentuk tumbuhan paku bermacam-macam, ada yang berupa pohon (paku pohon, biasanya tidak bercabang), epifit, mengapung di air, hidrofit, tetapi biasanya berupa terna dengan rizoma yang menjalar di tanah atau humus yang menyangga daun dengan ukuran yang bervariasi (sampai 6 m). Ental yang masih muda selalu menggulung (seperti gagang biola) dan menjadi satu ciri khas tumbuhan paku. Daun pakis hampir selalu daun majemuk. Sering dijumpai tumbuhan paku mendominasi vegetasi suatu tempat sehingga membentuk belukar yang luas dan menekan tumbuhan yang lain.
Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua fase utama:gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium), yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun. Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium, organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium, organ penghasil ovum atau sel telur). Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.
Berdasarkan sifat morfologi tubuhnya, tumbuhan paku dibedakan menjadi 4 kelas sebagai berikut :
1. Psilophytinae (paku purba)
Tumbuhan paku yang paling sederhana, mempunyai batang yang beruas dan berbuku nyata. Pada batang tersebut, tumbuh daun-daun kecil berbentuk sisik.
2. Lycopodiinae (paku kawat)
Daun Lycopodiinae berbentuk sisik dan tersebar pada batang yang padat. Pada umumnya hidup di daerah tropis.
3. Equisetinae (paku ekor kuda)
Batang pada paku ini berongga dan cabang , pada umumnya berkarang pada buku-buku batang pohon. Daunnya kecil berbentuk sisik tumbuh pada buku batang secara berkarang.
4. Filicinae (paku benar)
Paku ini mempunyai daun sempurna dan ukurannya lebih besar dibandingkan jenis paku golongan lain. Duduk daunnya pada batang membentuk sayap.
Beberapa jenis tumbuhan paku memeliki bentuk menarik sehingga sering digunakan tanaman hias. Beberapa jenis tumbuhan paku yang bermanfaat bagi manusia, yaitu paku kawat (Lycopodium cernuum), paku ekor kuda (Equisetum debile) dan paku sarang burung (Asplenium nidus).
Manfaat Tumbuhan Paku dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan paku juga berperan dalam kehidupan, antara lain:
a. Sebagai tanaman hias, misalnya Adiantum cuneatum (suplir), Asplenium nidus (paku sarang burung) dan Platycerium biforme (paku simbar menjangan).
b. Sebagai tanaman obat, misalnya rimpang dari Aspidium filixmas (Dryopteris) yang mampu mengobati cacingan.
c. Sebagai bingkai dalam karangan bunga.
d. Sebagai pupuk hijau.
e. Sebagai sayuran, contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi).
C. Alat dan bahan
1. Alat
a. Pisau/ cutter
b. Camera
c. Plastik
d. Toples
2. Bahan
a. Paku sarang burung (asplenium nidus)
D. Prosedur kerja
1. Dicari yang merupakan tumbuhan tingkat rendah didaerah atau tempat yang anda kunjungi.
2. Diamati dan dicari apakah tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan tingkat rendah.
3. Diambil tumbuhan tersebut, kemudian dimasukkan dalam toples atau plastik.
4. Sebelum
diambil,tumbuhan tersebut difoto terlebih dahulu.
5. Kemudian
dilakukan identifikasi tumbuhan tersebut.
A. Hasil
pengamatan
Aplenium nidus
B. Pembahasan
Dari hasil praktikum kali ini, kita mengamati dan
mengidentifikasi tumbuhan tingkat rendah. Tumbuhan yang akan kita identifikasi
adalah tumbuhan paku (Pterydophtya). Tumbuhan paku terdiri dari 4 kelas, yaitu
kelas paku purba (Psilophytinae), paku kawat (Lycopodiinae), paku ekor kuda
(Equisetinae) dan paku sejati (Filicinae). Pada pembahasan kali ini, mengenai
paku sarang burung (Asplenium nidus) termasuk bangsa paku sejati atau paku
benar (Filicinae).
Struktur paku sarang burung ini, daun tunggal tersusun pada batang
sangat pendek melingkar membentuk keranjang. Daun yang kecil berukuran panjang
7 -150 cm, lebar 3 – 30 cm. perlahan-lahan menyempit sampai bagian ujung. Ujung
meruncing atau membulat, tepi rata dengan permukaan yang berombak dan
mengkilat. Daun bagian bawah warnanya lebih pucat dengan garis-garis coklat
sepanjang anak tulang, daun bentuk lanset, tersusun melingkar, ujung meruncing,
warna daun bagian atas hijau terang, bagian bawah hijau pucat. Peruratan daun
menyirip tunggal. Warna helai daun hijau cerah, dan menguning bila terkena
cahaya matahari langsung. Tekstur daun seperti kertas. Tangkai daun kokoh,
hitam, panjang sekitar 5 cm. Tulang daun menonjol di permukaan atas daun,
biasanya hampir rata ke bawah, berwarna coklat tua pada daun tua. Urat daun
bercabang tunggal, kadang bercabang dua, cabang pertama dekat bagian tengah
sampai ±0, 5 mm dari tepi daun. Rhizome yang pendek ditutupi oleh sisik yang
halus dan lebat, sisik berwarna coklat. Akar rimpang kokoh, tegak, bagian ujung
mendukung daun-daun yang tersusun roset, di bagian bawahnya terdapat kumpulan
akar yang besar dan rambut berwarna coklat. Sorus terletak di permukaan bawah
daun, tersusun mengikuti venasi atau tulang daun, bentuk garis, warna coklat
tua. Di
bagian bawah terdapat garis-garis coklat sepanjang anak tulang daun yang
merupakan tempat sorus ( tempat berkumpulnya kotak spora).
Paku ini
kebanyakan epifit (menempel pada tumbuhan lain) batang yang telah ditebang
sampai ranting di ranting pohon besar. Namun dapat tumbuh di mana saja akan
tetapi terdapat bahan organik yang menyediakan hara. Karena merupakan tumbuhan
bawah tajuk, paku ini menyukai naungan dan daerah yang lembab serta tahan
terhadap sinar matahari langsung. Tumbuh tersebar di seluruh kawasan yang diamati
mulai 1.060-1.240 m dpl. Secara umum tumbuhan ini banyak ditemukan baik di
dataran rendah maupun daerah pegunungan sampai ketinggian 2.500 m dpl. Tanaman
ini tersebar di seluruh daerah tropis.
Perkembangbiakkan
paku ini, sporangium terkumpul menjadi sorus yang bentuknya bermacam- macam.
Sporangium ini muncul dari suatu penonjolan jaringan daun yang dinamakan
plasenta atau reseptakulum dan sebelum masak sorus itu tertutup oleh suatu
selaput yang dinamakan indusium. Tiap sporangium berasal dari satu sel
epidermis yang membelah- belah, sehingga akhirnya tiap sporangium dapat
dibedakan dalam kotak (kapsul) yang
dindingnya hanya terdiri atas satu sel lapis, dengan di dalamnya sejumlah besar
isospora. Kapsul ini biasanya mempunyai satu tangkai yang terdiri atas banyak
sel. Pada dindingnya sporangium seringkali terdapat suatu cincin (analus) yang
terdiri atas sel- sel yang menonjol ke keluar dengan penebalan pada dinding
radial dan dinding dalam. Cincin ini tidak merupakan lingkaran yang sempurna,
biasanya meliputi punggung, ujung, sampai bagian tengah- tengah sisi perut.
Bagian sisi perut sel- selnya tidak menebal itu dinamakan stomium. Analus
bekerja sebagai suatu mekanisme kohesi dan menyebabkan terbukanya sporangium serta
terlemparnya spora keluar melalui celah pada stomium.
Manfaat
paku sarang burung ini untuk obat bengkak, daun paku sarang burung segar
sebanyak segar sebanyak 15 gram, dicuci, ditumbuk halus dan ditambah sedikit
anggur kemudian diborehkan ke bagian yang sakit. Obat luka memar, daun paku
sarang burung segar sebanyak 15 gram, dicuci dan direbus dengan 200 mil air
sanipai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan saring. Hasil saringan diminum
sekaligus dan lakukan pengobatan sebanyak 2 kali sehari, pagi dan sore. Obat
penyubur rambut, daunnya ditumbuk dan dicampur dengan parutan kelapa kemudian
dioleskan pada rambut, demam, sakit kepala, kontrasepsi, gigitan atau sengatan
hewan berbisa. Anti radang dan pelancar peredaran darah.
Klasifikasi
paku sarang burung (Asplenium nidus)
adalah sebagai berikut :
Kingdom
:Plantae
Division :Pteridophyta
Class :Polypodiopsida
Ordo :Polypodiales
Family :Aspleniaceae
Genus :Asplenium
Species : Asplenium nidus
C.
Kesimpulan dan saran
1. Kesimpulan
Dari
hasil pengamatan dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa :
a. Struktur
paku sarang burung ini, daun
tunggal tersusun pada batang sangat pendek melingkar membentuk keranjang. Daun
yang kecil berukuran panjang 7 -150 cm, lebar 3 – 30 cm. Warna helai daun hijau
cerah, dan menguning bila terkena cahaya matahari langsung. Tekstur daun
seperti kertas. Tangkai daun kokoh, hitam, panjang sekitar 5 cm. Rhizome yang
pendek ditutupi oleh sisik yang halus dan lebat, sisik berwarna coklat. Akar
rimpang kokoh dan tegak. Sorus terletak di permukaan bawah daun, tersusun
mengikuti venasi atau tulang daun, bentuk garis, warna coklat tua.
b. Paku ini kebanyakan epifit (menempel
pada tumbuhan lain) batang yang telah ditebang sampai ranting di ranting pohon
besar. Namun dapat tumbuh di mana saja akan tetapi terdapat bahan organik yang
menyediakan hara.
c. Perkembangbiakkan paku ini,
sporangium terkumpul menjadi sorus yang bentuknya bermacam- macam.
d. Manfaat paku sarang burung ini untuk
obat bengkak, obat luka memar, obat penyubur rambut, demam, sakit kepala,
kontrasepsi, gigitan atau sengatan hewan berbisa. Anti radang dan pelancar
peredaran darah.
e. Klasifikasi paku sarang burung (Asplenium nidus) adalah sebagai berikut
:
Kingdom :Plantae
Division :Pteridophyta
Class :Polypodiopsida
Ordo :Polypodiales
Family :Aspleniaceae
Genus :Asplenium
Species : Asplenium nidus
2. Saran
Pada saat penelitian diharapkan untuk setiap
kelompok yang melakukan penelitian ada pemandu untuk menjelaskan dan membantu
para peneliti agar pada saat mengamati tumbuhan di sekitarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell,
Neil A. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid
II. Jakarta: Erlangga
Tjitrosoepomo,
gembong. 2009. TAKSONOMI TUMBUHAN.
Gajah mada university press; Yogyakarta
http://www.sentra-edukasi.com/2010/04/pterydophyta-tumbuhan-paku.html
1 komentar:
Poker Rooms at Foxwoods Casino Resort | Mashantucket, CT
View the full 삼척 출장마사지 list of 청주 출장샵 Poker Room amenities at 서산 출장안마 Foxwoods Casino Resort in Mashantucket, Connecticut, including a daily poker tournament, 익산 출장마사지 daily cash games, 제주 출장샵
Posting Komentar
Kritik dan Sarannya ya...
Agar kami para ADMIN dapat lebih mengembangkan blog ini....