Buscar

Memuat...

MAKALAH BIOTEKNOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN


A.  LATAR BELAKANG
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alcohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekuler, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika dan lain sebagainya. Dengan kata lain bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. Sehingga penerapan bioteknologi sangat penting diberbagai bidang, misalnya dibidang pengolahan bahan pangan, farmasi, kedokteran, pertanian, pengolahan limbah dan pertambangan.

B.   PERMASALAHAN
1.     Bagaimana ruang lingkup dan sejarah bioteknologi ?
2.     Bagaimana perkembangan bioteknologi ?
3.     Bagaimana perkembangan industri bioteknologi ?
4.     Bagaimana implikasi bioteknologi ?
5.     Apa reaksi dan tindakan masyarakat dunia terhadap bioteknologi ?


C.  TUJUAN
          Setelah mempelajari makalah ini pembaca diharapkan dapat :
·        Memahami tentang bioteknologi
·        Memahami perkembangan bioteknologi.
·        Memahami manfaat dan dampak negative dari bioteknologi.

D.  MANFAAT
          Setelah mempelajari makalh ini para pembaca dapat memahami tentang bioteknologi, memahami perkembangan bioteknologi, dan dapat memahami manfaat dan dampak negatif dari bioteknologi.

E.   SISTEMATIKA PENYAJIAN
BAB I         PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
B.   PERMASALAHAN
C.   TUJUAN
D.   MANFAAT
E.    SISTEMATIKA PENYAJIAN
BAB II        DASAR TEORI
BAB III       PEMBAHASAN
A.   RUANG LINGKUP DAN SEJARAH BIOTEKNOLOGI
B.   PERKEMBANGAN BIOTEKNOLOGI
C.   PERKEMBANGAN INDUSTRI BIOTEKNOLOGI
D.   IMPLIKASI BIOTEKNOLOGI
E.    REAKSI MASYARAKAT DUNIA TERHADAP BIOTEKNOLOGI
BAB IV      PENUTUP
A.   KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA


BAB II
DASAR TEORI


          Bioteknologi adalah ilmu terapan biologi yang melibatkan disiplin ilmu mikrobilologi, biokimia, genetika dan biologi molekuler.Definisi bioteknologi secara klasik atau konvensional adalah teknologi yang memanfaatkan agen hayati atau bagian-bagiannya untuk menghasilkan barang dan jasa dalam skala industri untuk memenuhi kebutuhan manusia sedangkan ditinjau secara modern bioteknologi adalah pemanfaatan agen hayati atau bagian-bagiannya yang telah direkayasa secara in vitro untuk menghasilkan barang dan jasa pada skala industri.
          Ciri utama bioteknologi adalah makhluk yamg hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop, yaitu mikroba dan sel yang diambil dari tumbuhan dan hewan. Kemampuan sel hidup yang sangat kecil ini betul-betul mengagumkan. Mikroba dapat ditemukan dimana-mana, dari sumber-sumber air panas sampai terkunci dalam es, teredam dalam minyak, dalam makhluk hidup, dalam tanah dan di udara. Beberapa di antaranya dapat hidup dalam bahan yang tidak bergizi, misalnya minyak bumi, kayu, plastic, bahan dalam cadas padat. Di antara mikroba yang telah ditemukan mempunyai potensi yang besar untuk menghasilkan antibiotika, insektida, bahan bakar, zat warna, vitamin, dan bahan kimia lain yang bermanfaat.
          Produk bioteknologi dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu senyawa kimia yang dibuat oleh mikroorganisme hasil rekayasa genetik dan organismenya sendiri hasil rekayasa genetik itu. Senyawa yang merupakan produk bioteknologi dapat dibedakan dalam :
1.     Senyawa yang belum pernah ditemukan sebelumnya,
2.     Senyawa langka yang jarang tersedia secara luas dalam jumlah besar, dan
3.     Senyawa yang sekarang telah diproduksi dengan harga yang lebih murah.

Sejarah Bioteknologi
                   Pada umumnya sejarah bioteknologi dapat dibagi menjadi lima kelompok zaman sebagai berikut :
a)                Zaman industri pangan sebelum tahun 1865, yaitu pada berkembangnya industri fermentasi tradisional, seperti bir, wine, keju, yoghurt, dan cuka atau vinegar.
b)                Zaman Pasteur, yaitu antara tahun 1845 – 1865, saat mana berkembang industri zat kimia, seperti teknologi pembuatan butanol, aseton, gliserol dan asam-asam organik. Pada zaman ini juga telah berkembang teknologi pengolahan limbah.
c)                 Zaman antibiotika antara tahun 1940 – 1960, saat dimana berkembangnya industri penisilin dan berbagai antibiotika lain, kultur sel bintang, serta transformasi steroid.
d)                Zaman pasca antibiotika antar tahun 1960 – 1975, saat aman berkembang industri asam amino dan (SCP) serta enzim untuk detergen.
e)                 Zaman bioteknologi baru, yaitu sejak tahun 1975 hingga sekarang.,

          Diantara catatan sejarah dibidang bioteknologi konvensional sampai bioteknologi modern (genetic engineering) dapat dirangkum sebagai berikut:
          Gregor Mendel bisa disebut sebagi pelopor dibidang bioteknologi karena penemuannya menjadi dasar bagi para ilmuwan untuk meningkatkan atau memperbaiki sifat tanaman dengan melakukan perubahab terhadap sifat genetik (genetic-makeup). Pada akhir dasawarsa diabad ke-19, Gregor Mendel menemukan bahwa sifat-sifat yang dimiliki oleh tanaman dapat diturunkan. Diamengusulkan suatu hokum dasar ilmu keturunan (hereditas) berdasarkan percobaan penyilangan (breeding) dengan menggunakan pea plants. Hasil penelitiannya dipublikasikan dalam suatu journal natural-history setempat. Hasil penelitiannya tersebut baru mendapatkan perhatian setelah 30 tahun kemudian.
          Tahun 1882, Walther Flemming, seorang ahli embrio (embriologist) dari jerman, menemukan titik-titik berupa benang yang sangat halus yang terdapat dalam sel inti yang ternyata dapat dibelah. Dia melakukannya pada larva salamander di bawah mikroskop. Benang-benang tersebut kemudian diketahui ternyata adalah kromosom.
          Tahun 1883, Francis Galton mengusulkan perlunya perbaikan ras manusia dengan cara selective breeding yang dengan demikian lahirlah istilah eugenic.
          Pada tahun 1910, Thomas Hunt Morgan, seorang ahli biologidari Amerika Serikat menemukan bahwa sinar X dapat menyebabkan mutasi genetik pada lalat buah. Pada tahun 1932, Aldoux Huxley menerbitkan suatu buku novel Brave New World yang pertama kali menyajikan pandangannya mengenai genetic engineering .
          Pada tahun 1944, Ostwald Avery dan kawan-kawan berhasil membuktikan bahwa DNA dan protein adalah materi hereditas yang terdapat dalam setiap organisme hidup. Pada tahun 1950, Douglas Beris, seorang dokter dari inggris, mengungkapkan bagaimana asam amino disintesa bagi factor Rh (Rhesus). Tes prenatal tersebut digunakan untuk melakukan screening terhadap kelainan genetik.
          Pada tahun 1953, james Watson, seorang ahli biokimia dari Amerika Serikat, bekerja sama dengan Francis Grick, seorang ahli biofisik dari inggris, menggetarkan dunia dengan penemuan mereka mengenai struktur molekul DNA double heliks yang mengandung kode genetik. Pada tahun 1964, Charles Yonofsky, seorang ahli genetika dari Stanford, membuktikan bahwa urutan nukleotida dalam DNA sangat sesuai secara pasti dengan urutan asam amino di dalam protein-protein.
          Pada tahun 1969, suatu tim dari Harvard Medical School berhasil untuk pertama kalinya mengisolasi gen suatu DNA dari bakteri yang berperan dalam metabolisme gula. Empat tahun berikutnya, para peneliti di Wisconsin University menyusun sebuah gen dari awal.
          Pada tahun 1973, Stanley Cohen dan Harbert Boyer, pakar biokimia dari Amerika Serikat, berhasil menyisipkan sebuah gen dari katak afrika kedalam DNA bakteri. Penelitian mereka menandai permulaan atau awal lahirnya rekayasa genetika yang kini dikenal sebagi teknologi rekombinan DNA (rDNA). Pada tahun 1975, dalam sebuah seminar ilmiah di Asilomar California, telah disarankan akan pentingnya panduan bagi penelitian rekombinan DNA.
          Pada tahun 1976, pertama kalinya didirikan sebuah perusahaan dibidang rekayasa genetika, yaitu Genentech di san Fransisco.   Pada tahun 1978, para ilmuwan dari genentech dan Duerte California Medical Center berhasil melakukan cloning gen untuk insulin manusia. Dua tahun berikutnya, para peneliti berhasil memasukkan gen manusia, yaitu gen manusia, yaitu gen pengkode produksi protein interferon kedalam bakteri.
          Pada tahun 1980, Martin Cline dan kawan-kawan berhasil memproduksi suatu tikus transgenik dengan memindahkan gen yang berfungsi tertentu dari seekor jenis binatang tertentu kejenis binatang lain. Tahun 1982, US FDA menyetujui obat pertama dari hasil rekayasa genetika, yaitu insulin manusia yang diproduksi oleh bakteri.
          Sejarah bioteknologi pertanian diawali Ketika tahun 1983 Steven E Lindow dari Universitas California di Berkeley menguji coba tanaman stroberi dan kentang yang disisipi gen penahan beku dari bakteri Pseudomons Syringae. Ini untuk menjawab keluhan para petani Amerika yang sering mengalami kerugian panen buah dan sayuran akibat serangan frost. Hasil percobaan Lindow ternyata menggembirakan. Pada tahun yang sama, para peneliti berhasil melokalisasi suatu genetic marker bagi penyakit Huntingtons pada kromosom 4. Gennya sendiri baru ditemukan 10 tahun kemudian.
          Pada tahu 1983, Kary mullis, seseorang ahli biokimia pada Cetus Corp berhasil merancang peralatan laboratorium yang dikenal sebagi PCR (polymerase-chain reaction), yaitu suatu teknik yang memungkinkan seorang ilmuwan secara cepat memperbanyak DNA secara in vitro. Pada tahun 1984, Alec Jeffreys dari British University di Lencaster mengembangkan suatu “genetic fingerprinting” yang menggunakan sekuens DNA untuk mengidentifikasi individu manusia. Pada  tahun 1985, “genetic fingerprinting” pertama kali digunakan untuk mengungkapkan skandal seks Presiden Clinton pada tahun 1998, dimana hasil analisa noda sperma yang terdapat pada gaun biru yang dipakai oleh Monica Lewinsky cocok secara sempurna dengan sample darah yang diambil dari Presiden Clinton.
          Pada tahun 1989, James Watson mendirikan National Center for Human Genome Research. Jumlah yang digunakan untuk pendirian pusat penelitian ini adalah US$ 6 bilion. Pusat penelitian ini bertujuan untuk memetakan seluruh DNA manusia dan diharapkan selesai tahun 2005. Pada tahun 1990 dilakukan peluncuran formal proyek Genom Manusia.
          Republik Rakyat Cina adalah Negara yang pertama di dunia yang memperkenalkan  tanaman transgenic komersial pada awal tahun 1990-an, yaitu tomat yang tahan virus. Para ahli bioteknologi cina mengaku mereka tak punya waktu banyak untuk mengatasi masalah mencukupi pangan bagi penduduknya yang terus bertambah. Kini negeri itu telah menanam 12 tanaman transgenik secara komersial, mulai dari kapas Bt hingga lada manis.
          Pada tahun 1992, angkatan darat Amerika Serikat mulai mengumpulkan sample darah dan tenunan dari pasukan yang baru direkrut sebagi bagian dari program geneti dog tag yang ditujukan untuk lebih memudahkan identifikasi bagi prajurit yang mati di medan perang. Pada tahun yang sama, Amerika Serikat dan inggris mengungkapkan penemuannya mengenai teknik melakukan uji terhadap embrio in vitro bagi kelainan genetik, seperti fibrosis sistik dan hemofilia.
          Pada tahun 1993, para peneliti di George Washington University berhasil mengklon embrio manusia dan memeliharanya dalam cawan Petri sampai beberapa hari. Proyek tersebut ternyata membakar kemarahan dan protes para ahli etika, politisi, dan para pakar anti rekayasa genetik.
          Pada tahun 1955, para peneliti di Duke University Medical Center melaporkan bahwa mereka telah berhasil menstransplantasi sebuah jantung dari babi yang telah menjalani teknologi rekombinan DNA ke dalam kera baboon. Seluruh dari tiga jantung transgenik tersebut berfungsi paling sedikit selam beberapa jam. Hal ini membuktikan bahwa operasi lintas spesies ternyata memungkinkan.
          Pada tahun 1997, para peneliti di Roslin Institute, Scotlandia yang dipimpin oleh Ian Wilmut melaporkan  bahwa mereka telah berhasil mengklon seekor domba dewasa betina. Pada tahun 1998, para pakar di Universitas Hawaii, AS menggunakan teknik Wilmut untuk mengklon tikus yang kemudian menciptakan tidak hanya lusinan kopi tikus, tapi sampai tiga generasi tikus.
          Pada tahun 1998, suatu tim peneliti berhasil menumbuhkan embrionik stem sel. Pada tahun yang sama, ilmuwan Jepang di Kinki University berhasil melakukan kloning terhadap delapan anak sapi yang identik dengan menggunakan sel yang diambil dari seekor sapi biasa. Pada tahun 2001, diumumkan peta genom manusia yang berasal dari 43.000 gen.

BAB III
PEMBAHASAN


          Bioteknologi adalah suatu bidang penerapan biosains dan teknologi yang menyangkut penerapan praktis organisme hidup atau komponen subselulernya pada industri jasa dan manufaktur serta pengelolaan lingkungan. Bioteknologi memanfaatkan bakteri, ragi, kapang, alga, sel tumbuhan atau sel jaringan hewan yang dibiakkan sebagai konstituen berbagai proses industri. Penerapan bioteknologi yang berhasil hanya akan mungkin tercapai bila dilakukan pengintegrasian berbagai disiplin ilmu pengetahuan alam dan teknologi, termasuk mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi molekuler, kimia, serta rekayasa proses dan teknik kimia.
          Proses bioteknologi pada umumnya mencakup produksi sel atau biomassa dan transformasi kimia yang diinginkan. Transformasi kimia tersebut lebih lanjut dapat dibagi kedalam dua subbagian yaitu:
  1. Pembentukan suatu produk akhir yang diinginkan (contohnya enzim. Antibiotika, asam organik dan steroid).
  2. Penguraian suatu bahan baku yang diberikan (contohnya buangan limbah, destruksi buangan industri, atau tumpahan minyak).

          Reaksi yang terjadi pada proses bioteknologi dapat bersifat katabolik, yaitu bila senyawa kompleks diuraikan menjadi senyawa lebih sederhana (glukosa menjadi etanol), atau bersifat anabolic tau biosintesis yaitu bila molekul sederhan dibangun menjadi molekul lebih kompleks (sintesis antibiotika). Reaksi katabolik selalu eksergonik, sedangkan reaksi anabolic umumnya endergonik.
          Bioteknologi mencakup proses fermentasi (mulai dari bird an anggur hingga roti, keju, antibiotika dan vaksin), pengelolaan air dan sampah, sebagian teknologi pangan dan juga berbagai penerapan baru yang terus bertambah, mulai dari biomedis hingga daur ulang logam dari batuan mineral berkualitas rendah. Sehubungan keragamannya, bioteknologi akan mempunyai pengaruh besar dalam berbagai proses industri dan secar teoritishampir semua bahan organik dapat dibuat melalui metode bioteknologi. Perkiraaan pasaran hasil bioteknologi yang potensial di seluruh dunia pada tahun 2000 ditaksir mendekati 65 milyar dolar amerika. Namun, juga harus disadari bahwa banyak senyawa bioproduk baru yang sangat penting masih tetap disintesis secara kimia dengan  meniru suatu model bahan alam yang ada. Contohnya adalah berbagai obat baru yang dibuat dari interferon. Oleh karena itu, hubungan timbul balik antara biosains dan kimi serta hubungannya dengan bioteknologi harus diperhatikan secara luas.
          Sebagian besar teknik yang diterapkan dalam bioteknologi cenderu ng lebih ekonomis, lebih sedikit dalam pemakaian energi dan lebih aman bila dibandingkan dengan proses tradisional yang ada sekarang. Disamping itru, sebagian besar proses bioteknologi menghasilkan residu yang dapat terurai secara biologis serta tidak beracun. Dalam jangka panjang, bioteknologi memberikan suatu harapan atas pemecahan berbagai persoalan utama dunia, khususnya yang berhubungan dengan obat-obatan, produksi pangan, pengendalian polusi dan pengembangan sumber energi baru.
          Namun, setiap ada terobosan, khususnya terobosan ilmiah, selalu membawa serta kontroversi, tak terkecuali pada bioteknologi modern. Perkembangan bioteknologi yang sedang terjadi sekarang ini merupakan awal dari revolusi industri ketiga. Bahkan banyak ahli menyebutnya sebagi The Third Wave. Para pakar bioteknologi berpendapat bahwa kemajuan pesat bidang bioteknologi yang terjadi dalam dua dekade terakhir hanyalah awal dari revolusi bioteknologi yang jauh lebih besar lagi.
          Revolusi industri pertama terjadi dalam bidang energi dan revolusi industri kedua telah terjadi pada bidang teknologi informasi. Dalam kedua revolusi industri tersebut, praktis Indonesia tidak memainkan peran apa-apa sama sekali.
          Diharapkan dalam revolusi industri ketiga ini, yaitu dibidang bioteknologi, Indonesia dapat tampil dan terlibat. Hal itu disebabkan Indonesia memiliki posisi penting, yaitu merupakan salah satu dari 12 negara mega bio diversivity center di dunia atau sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia yang memegang kunci sumber informasi genetik yang menentukan arah perubahan peradaban umat manusia. Indonesia menduduki peringkat ke-2 setelah Brazil.

Perkembangan Bioteknologi
1.                 Bioteknologi Konvensional
a)                 Bioteknologi dalam produksi makanan
          Berbagai proses bioteknologi yang ditunjukkan untuk mengolah bahan makanan telah sejak lama dikonsumsi orang, seperti tempe, tauco, kecap, keju, yogurt, tuak, ciu dan wine. Teknologi tersebut telah dipraktikkan selam ribuan tahun dan dikembangkan secara naluri dan seni tradisional. Hanya baru-baru ini saja teknik yang lebih maju telah dicoba diterapkan pada proses tersebut. Proses bioteknologi untuk memproduksi makanan melibatkan teknik yang relatif sederhana dan karenanya mudah dikembangkan dalam skala yang besar. Pada umumnya dalam mengembangkan produksi pangan dilakukan teknik fermentasi dengan melibatkan mikroflora yang telah terdapat secara alami didaerah tersebut.
b)                Bioteknologi untuk produksi bahan kimia dan biomassa pada keadaan yang tidak steril
          Pada proses bioteknologi  ini masih dimungkinkan terjadinya pertumbuhan mikroba-mikroba yang tidak dikehendaki. Meskipun demikian, dengan penemuan penting oleh Pasteur dan ahli lain, banyak produk metabolisme utama dari mikroba telah ditemukan, misalnya etanol, asam asetat, asam laktat, dan asam nitrat. Demikian halnya produksi biomassa dalam bentuk ragi, roti, serta jenis ragi lain, baik untuk konsumsi manusia maupun hewan yang sebenarnya merupakan bentuk dari bioteknologi konvensional.
c)                 Bioteknologi proses dalam kondisi steril
          Produksi penisilin secara besar-besaran yang dimulai tahu 1940 merupakan teknik baru dimana berlangsung proses tanpa adanya pertumbuhan mikroba yang dapat mengganggu yang dikendalikan dengan suatu teknik proses produksi yang rumit. Dengan teknik fermentasi terkendali tersebut, saat ini telah diproduksi penisilin, steptomisin, tetrasiklin, dan antibiotika lain, vitamin B-12, gliberelin, kortisin, asam amino, asam glutamate dan berbagai enzim.
          Disamping itu dengan penerapan bioteknologi, kini telah dikembangkan “immobilized” enzim dan “immobilized” sel. Demikian pula halnya telah berhasil dikembangkan ilmu rekayasa genetika dimana susunan gen dari suatu mikroba dapt diubah atau dikendalikan menurut tujaun yang dikehendaki.

2.                 Bioteknologi Modern
          Revolusi bioteknologi modern telah dimulai sejak tahun 1970, yaitu dengan ditemukannya teknologi rekombinan DNA (rDNA). Revolusi tersebut telah diantisipasi oleh berbagai Negara di dunia, yaitu dengan menempatkan bioteknologi modern sebagai salah satu prioritas pengembangan teknologi utama bagi masa depan millennium ke-3. Pengembangan bioteknologi ini adalah hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan dari biologi molekuler yang pada gilirannya dikembangkan untuk merekayasa organisme ditingkat molekul (DNA) dan selnya. Dengan teknologi tersebut, manusia telah mampu memindahkan sifai-sifai genetika dari satu organisme ke organisme lain yang sejenis maupun yang bukan sejenis.
          Saat ini telah dikenal istilah yang sangat popular, yaitu Genetically Modified Organisms (GMO). Gmo dalam arti khusus sebenarnya adalah teknologi rekombinan DNA (rDNA) karena teknologi tersebut melibatkan suatu transfer materi genetik. Produk atau organisme baru hasil teknologi rDNA disebut transgenik yang berarti terjadi penyisipan  satu atau lebih gen dari organisme yang berbeda kekromosom lain, baik secara buatan maupun alamiah. Jadi, sebenarnya perpindahan gen antar organisme bukanlah hal yang sama sekali baru, misalnya saja fertilisasi pada manusia dan terjadinya mutasi spontan. Organisme transgenik adalah organisme yang telah mengalami rekayasa genetik secara in vintro, dimana rekombinasi genetik yang terjadi tidak bisa secara alami tanpa campur tangan manusia. Penambahan atau modifikasi gen dilakukan dengan menambah unsur genetik dari spesies yang sam atau spesies lain, termasuk yang jauh hubungan kekerabatannya.
          Gelombang pertama bioteknologi telah terjadi dan berlangsung hingga kini, yaitu penerapan rekayasa genetika dalam bidang pengobatan. Gelombang kedua memunculkan komoditi pangan dan nonpangan transgenik. Gelombang ketiga bioteknologi sedang mulai melanda dunia dimana saat ini berbagai perusahaan dan industri bioteknologi mulai memasuki bidang pemanfaatan biologi molekuler ke dalam manufaktur barang-barang bagi kebutuhan rumah tangga dan kantor. Gelombang bioteknologi modern dengan rekombinan DNA (rDNA) akan merambah dan meluas penerapannya keberbagai bidang kehidupan, mungkin saja merambah kebidang yang belum terpikirkan saat ini.
1)                Bioteknologi farmasi/kedokteran dan kimia
          Industri kimia dan farmasi adalah yang pertama melihat dengan jeli potensi yang luar biasa dari bioteknologi. Bakteri-bakteri tertentu telah berhasil dipermak agar pandai memproduksi interferon, demikian juga mampu mengubah limbah menjadi bahan yang lebih berguna bagi kesejahteraan mat manusia. Bioteknologi memegang peranan penting dalam menangani masalah-masalah yang menyangkut produksi obat-obatan, bahan kimia lainnya, maupun produksi pangan yang tadinya tidak mungkin, kini dilakukan secara terbuka dan luas peluangnya.
          Dibidang kesehatan dan kedokteran, telah ditemukan berbagai jenis obat-obatan baru hasil pengembangan bioteknologi modern, seperti insulin bagi pasien diabetes yang kini dapat diperoleh lebih mudah dan lebih murah harganya, hormon pertumbuhan manusia, interferon, vaksin hepatitis B, erythropoietin, interleukin-2 serta anti carcinoembricoine antigen. Sebagai contoh, pada saat ini penisilin dapat diproduksi menggunakan suatu bioreaktor berukuran sangat besar, yaitu dengan kapasitas 100.000 liter dengan konsentrasi penisilin    50 g/liter. Dengan demikian, proses produksinya dapat dilakukan secara besar-besaran sehingga dapat menekan biaya produksi secara drastic. Dengan demikian harga penisilin pada tahun 1981 hanya 1% saja dari harga penisilin ditahun 1945 (Messdoerffer dan Hirsinger, 1981). Pada tahun 2002 proses pembuatan penisilin sudah sangat canggih dengan efisiensi yang sangat tinggi.
a)                 Pembuatan vaksin
          Diantara penerapan kultul sel hewan, produksi vaksin virus merupakan metode tertua. Prosesnya adalah virus ditumbuhkan dalam kultur sel, misalnya sel dari embrio ayam dan ginjal monyet. Virus-virus tersebut diekstraksi dengan penyaringan. Hasil ekstraksi digunakan untuk mematikan virus tersebut. Vaksin tersebut dapat dilemahkan dan disimpan dalam suhu rendah untuk digunakan jika diperlukan. Contoh vaksin yang dibuat dengan cara ini adalah vaksin poliomyelitis, gondong, cacar air, rubella, dan rabies. Pemberian vaksin memungkinkan tubuh membangun kekebalan dengan membentuk antibodi.
          Vaksin yang digunakan untuk melindungi atau mencegah tubuh terserang penyakit dapat berasal dari mikroorganisme (virus, bakteri) yamh dilemahkan atau toksin yang dihasilkan oleh mikroorganisme tersebut. Namun, vaksin yang diproduksi secara konvensional tersebut dapat menimbulkan efek samping yang merugikan, misalnya :
·              Mikroorganisme yang digunakan untuk membuat vaksin         mungkin masih melanjutkan proses reproduksi.
·              Mikroorganisme yang digunakan untuk membuat vaksin         mungkin masih dapat menyebabkan penyakit.
·              Ada orang yang alergi terhadap sisa-sisa sel dari produksi vaksin     meskipun sudah dilakukan proses pemurnian.
·              Orang yang bekerja dalam pembuatan vaksin mungkin   bersentuhan dengan organisme berbahaya yang digunakan sebagi    bahan pembuat vaksin meskipun sudah dicegah dengan        menggunakan pengaman (masker, sarung tangan).
       Dengan berkembangnya teknik rekayasa genetika, berbagai resiko yang tidak diinginkan seperti di atas dapat dikurangi. Prinsip-prinsip rekayasa genetika dalam pembuatan vaksin adalah sebagi berikut:
·              Mengisolasi (memisahkan) gen-gen dari organisme penyebab   penyakit yang berperan menghasilkan antigen yang merangsang     limfosit untuk menghasilkan antibodi
·              Menyisipkan gen-gen yang telah diisolasi tersebut ke tubuh     organisme yang kurang pathogen
·              Mengkulturkan organisme hasil rekayasa sehingga menghasilkan      antigen dalam jumlah banyak
·              Mengekstraksi antigen yang kemudian digunakan sebagi vaksin.
b)                Pembuatan insulin
          Salah satu teknik rekayasa genetika dalam bidang kedoteran yang telah berhasil dan giat dikembangkan adalah pembuatan insulin manusia oleh bakteri.
          Insulin adalah protein yang bertugas mengontrol metabolisme gula dalam tubuh manusia. Gen insulin terletak pada daerah dalam DNA manusia yang memiliki  informasi untuk menghasilkan insulin. Penderita diabetes tidak mampu membentuk insulin dalam jumlah yang dibutuhkan.
          Untuk menyediakan insulin secara cepat dapat dilakukan pemanfaatan  sel bakteri  melalui pencangkokan gen (rekombinasi gen). Teknik pencangkokan gen untuk menghasilkan insulin manusia oleh bakteri berlangsung sebagai berikut : Insulin tersusun atas dua rantai protein, yaitu rantai A dan B. Urutan basa yang mengode enzim β-galaktosidase sehingga membentuk gen hibrid.
          Gen-gen hibrid ini secara terpisah dimasukkan ke dalam sel-sel bakteri. Tiap gen hibrid menunjukkan ekspresinya dan bakteri membuat suatu hibrid protein  β-galaktosidase A (atau B).
          Protein hibrid dipisahkan dari protein bakteri lainnya dan rantai insulin dibebaskan dengan perlakuan kimia. Dua rantai peptida itu kemudian bersatu dan terbentuklah insulin manusia yang aktif.
2)    Bioteknologi Bahan Bakar Alternatif
          Bahan bakar minyak yang ada sekarang suatu saat akan habis karena termasuk sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Hal ini merupakan tantangan bagi para ilmuwan untuk menemukan bahan bakar pengganti yang diproduksi melalui bioteknologi. Saat ini, ada dua jenis bahan bakar yang diproduksi dari fermentasi limbah, yaitu gasohol (alkohol) dan biogas (metana).

Perkembangan Industri Bioteknologi
          Bila bioteknologi telah maju demikian pesatnya, maka industri bioteknologi boleh dikatakan masih bayi karena masih berada pada tahap awal. Namun, sebagian besar dari cerita science fiction akan dapat dipenuhi dengan terus berkembangnya penelitian dibidang bioteknologi dan pemanfaatannya oleh industri. Berikut ini adalah perkembangan industri-industri baru yang memanfaatkan bioteknologi dalam proses produksinya:
A.               Industri tanaman transgresik
B.               Industri jaket anti peluru dari laba-laba
C.               Industri pengeboran minyak
D.               Industri polimer
E.                Industri metabolix

Dampak negatif Bioteknologi
          Bioteknologi, seperti juga teknologi lainnya, mengandung resiko akan dampak negatif. Misalnya, dampak merugikan terhadap keaneka ragaman hayati disebabkan oleh adanya potensi terjadinya transfer gen (horizontal and vertical gene flow) ketanaman sekerebat atau kerabat dekat. Selain itu, klonig akan menyebabkan kenekaragamn genetik yang merugikan populasi, terutama terhadap kesehatan manusia. Ada kemungkinan produk gen asing, seperti gen cry dari Bacillus thuringiensis maupun Bacillus sphaericus, dapat menimbulkan reaksi alergi pada tubuh manusia. Perlu diperhatikan pula, insersi atau penyisipan gen asing kegenom inang dapat menimbulkan interaksi antara gen asing dan gen-gen inang sehingga menghasilkan perubahan sifat yang tidak diinginkan.
          Dengan demikian, dalam penerapan bioteknologi, banyak aspek yang harus diperhitungkan. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal, selain harus berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidup, kita juga harus bertanggung jawab menjaga keseimbangan lingkungan hidup yang telah dianugerahkan kepada kita.

BAB IV
PENUTUP


A.      KESIMPULAN
          Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dimana tidak hanya didasari ilmu biologi semata tetapi juga ilmu-ilmu lainnya, misalnya biokimia, mikrobiologi dan lain sebagainya.


DAFTAR PUSTAKA



Pratiwi, D. A, DKK. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Erlangga.
Sardjoko. 1991. Bioteknologi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Smith, John E. 1993. Prinsip Bioteknologi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Winarno, F. G dan Widya Agustinah. 2007. Pengantar Bioteknologi. Bogor : M-BRIO Biotekindo.

SITUS WEB
Bioteknologi – Wikipedia  http://id.wikipedia.org/wiki/Bioteknologi
Halaman tentang bioteknologi pada situs Wikipedia


3 komentar:

maulied Chocho Phanda

makasih yahhh infonya:)

Dvill Staw

Sama2.....

nelly estheriani

kok ga bisa di copy ya ?

Poskan Komentar

Kritik dan Sarannya ya...

Agar kami para ADMIN dapat lebih mengembangkan blog ini....